Wednesday, January 1, 2014

Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana

Kau ini bagaimana?

Kau bilang Aku merdeka, Kau memilihkan untukku segalanya
Kau suruh Aku berpikir, Aku berpikir Kau tuduh Aku kafir

Aku harus bagaimana?

Kau bilang bergeraklah, Aku bergerak Kau curigai
Kau bilang jangan banyak tingkah, Aku diam saja Kau waspadai

Kau ini bagaimana?

Kau suruh Aku pegang prinsip, Aku memegang prinsip Kau tuduh Aku kaku
Kau suruh Aku toleran Kau bilang Aku plin-plan

Aku harus bagaimana?

Aku Kau suruh maju, Aku maju Kau srimpung kakiku
Kau suruh Aku bekerja, Aku bekerja Kau ganggu Aku

Kau ini bagaimana?

Aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya
Aku Kau suruh berdisiplin, Kau menyontohkan yang lain

Aku harus bagaimana?

Kau bilang Tuhan sangat dekat, Kau sendiri memanggilnya dengan pengeras suara tiap saat
Kau bilang Kau suka damai, Kau ajak Aku setiap hari bertikai

Aku harus bagaimana?

Aku Kau suruh membangun, Aku membangun Kau merusaknya
Aku Kau suruh menabung, Aku menabung Kau menghabiskannya

Kau ini bagaimana?

Kau suruh Aku menggarap sawah, sawahku Kau tanami rumah-rumah
Kau bilang Aku harus punya rumah, Aku punya rumah Kau meratakannya dengan tanah

Kau ini bagaimana?

Aku Kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
Aku Kau suruh bertanggung jawab, Kau sendiri terus berucap Wallahu a'lam bissawab

Kau ini bagaimana?

Kau suruh Aku jujur, Aku jujur Kau tipu Aku
Kau suruh Aku sabar, Aku sabar Kau injak tengkukku

Aku harus bagaimana?

Aku Kau suruh memliihmu sebagai wakilmu, sudah kupilih Kau bertindak semaumu
Kau bilang Kau selalu memikirkanku, Aku sapa saja Kau merasa terganggu

Kau ini bagaimana?

Kau bilang bicaralah, Aku bicara Kau bilang Aku ceriwis
Kau bilang jangan banyak bicara, Aku bungkam Kau tuduh Aku apatis

Aku harus bagaimana?
Aku harus bagaimana?

Kau bilang kritiklah, Aku kritik Kau marah
Kau bilang cari alternatifnya, Aku kasih alternatif Kau bilang jangan mendikte saja

Kau ini bagaimana?

Aku bilang terserah Kau, Kau tidak mau
Aku bilang terserah kita, Kau tak suka
Aku bilang terserah Aku, Kau memakiku

Kau ini bagaimana?
Aku harus bagaimana?


(K.H.A. Mustofa Bisri, 1987)

Saturday, July 6, 2013

Ro

Telah di cakrawala, kelak kita terjun ke angkasa mendayung di gugusan bintang.

Wednesday, May 15, 2013

Partikel Rindu

Seribu hujan
Seribu bintang
Sejuta debu di udara
Tak runtuh bulan kepelukan

Senja di atas hujan

Senja di atas hujan
Melambai lihai melewati lekuk wajah
Tubuh
Rambut

Senja di atas hujan
Senyum-mu kasih payung kemarau
Sorot matamu kemilau malam
Punggung-mu memeluk senja
Simpul-mu meraba lembut
Kicau-mu selewat kemarau

Senja di atas hujan
Apa daya senja tanpa garis bibir-mu
Apa arti malam tanpa tatap mata-mu
Sejatinya senja hujan rauh dirimu-mu

Monday, May 13, 2013

Samudra

Terendam benam kelopak matamu
Tak tuju tatap matamu
Dari lembah pagi perkasa jadilah engkau kerinduan malam
Satu dua tiga empat kali mengitari matahari
Pagi cerah kau berlayar berdua
Terbenam tenggelam kau di samudra tangis sendiri

Thursday, December 13, 2012

Pohon pagi

Kau hirup lagi udaraku pagi ini.
Kau tebang aku di sana sini.
Tak sekalian saja kau bakar habis.

Hingga aku berguguran.
Gergaji gergaji itu tetap mengeluarkan suara bising, semua hancur.
Sekalian tak kau bakar diriku.

Tanamlah aku di pekarangan rumahmu.
Jagalah aku yang selalu diam dalam kerindangan senyummu.
Siramlah pohon ini dengan suara nyanyianmu.

Pohon pagi ini telah berjanji tak akan pernah meninggalkanmu mati.
Pohon pagi ini janji meneduhkan diam-mu.

Pohon pagi ini akan tetap meneduhkanmu pagi-mu.



Tuesday, December 11, 2012

Kirana

Kirana di antara matahari yang hampir sirna dan pohon tua.
Kirana tanpa kata hatinya bersenandung ria.

Tentang suka citanya bersama savana - savana sebelum merdeka.

Dari situ semuanya berubah.
Matahari melebur di lautan.
Menguningkan lautan biru.
Menghitamkan malam.

Kirana Kirana... Langkahnya mematri kota Jakarta.



Monday, November 26, 2012

Membaca

Membaca, rata - rata sekarang seluruh manusia bisa membaca. Membaca juga diajarkan sejak taman kanak - kanak. Mulai dari A I U E O sampai BA BI BU BE BO. Dan huruf huruf lainnya.

"Begitu belajar membaca, engkau akan menjadi bebas untuk selamanya."
~Frederick Douglass
 “Books are the ultimate Dumpees: put them down and they’ll wait for you forever; pay attention to them and they always love you back.”
~John Green, An Abundance of Katherines
 “Do not read, as children do, to amuse yourself, or like the ambitious, for the purpose of instruction. No, read in order to live.”
~Gustave Flaubert
 “My personal hobbies are reading, listening to music, and silence.”
~Edith Sitwell
“I cannot remember the books I've read any more than the meals I have eaten; even so, they have made me.”
~Ralph Waldo Emerson
Dalam agama saya pun mewajibkan membaca. "Membacalah dengan menyebut nama Tuhanmu"

Tapi apa kita (manusia) sadar bahwa membaca tidak hanya "membaca" (tulisan) tapi juga membaca apapun di sekitar kita. Alam, manusia, kehidupan, bahkan membaca suara.

Membacalah sebagai jalan bebas hambatan.

Thursday, November 15, 2012

Trampled Rose


Just like a trampled rose, a life of pain and sorrow
A constant struggle every day, your dreams seem so far away.
All your friends turn their backs on you, people put you down
Point their fingers and stare,
Done no wrong, but you've been accused
 Now you're on your own

The next day feels just the same, you're caught in a waiting game
So you start to build a wall, so you can't feel anything at all
You may think, that the sun don't shine, that you're the only one
But you have to believe,
For it's said, they that sow tears, will reap in Joy

Pull down those walls and let your light shine,
Rise from your pain, and hold your head high
And look into the light

Even though the road seems long, everything you do looks so wrong,
Pick yourself off the ground, dust yourself off, come out of the dark.
Don't give up, don't forget your dreams, you can make it through, you just got to believe,
You are strong, You are beautiful, You can break those chains.

Pull down those walls and let your light shine,
Rise from your pain, and hold your head high
Give thanks to god for what you've got,
Forget what you want and see what you have

Thursday, November 8, 2012

Terima kasih

Kalian pernah memperhatikan orang yang sedang berdoa?

Kenapa mereka selalu menunduk.Apa mereka merasa lebih tinggi dari Sang Pencipta.
Bukankah seharusnya kita berdoa menghadap ke atas karena kita lebih rendah dari Tuhan yang menciptakan semua, alam beserta isinya yang terlihat maupun tak terlihat.

Apa doa - doa mereka semua berupa penyesalan, apa doa mereka semua berupa ketakutan akan masa depan mereka. Sedang masa depan telah Dia tentukan.

Mulai sekarang berdoalah menghadap ke atas untuk berterima kasih telah memberikan semua yang kita perlukan di dunia ini.